sumber gambar di atas pixabay
Apa itu konfigurasi elektron ?
Menurut
teori Bohr, elektron bergerak
mengelilingi inti dengan energi yang stationer melalui lintasan tertentu. Seberapa
banyak elektron harus menepati suatu lintasan ? Hal tersebut dipecahkan dengan teori konfigurasi elektron.
Bahwa
kulit atau orbit ataupun lintasan elektron adalah teori dari Bohr. Awalnya,
penyusunan banyaknya elektron dalam satu kulit mengikuti pola sebagai berikut :
Namun pada perkembangan teori atom bohr menjadi teori atom Bohr-Sommerfeld, kemudian berkembang menjadi teori atom mekanika kuantum. Pada teori mekanika kuantum menyatakan bahwa posisi atom tidak dapat ditentukan secara pasti, hanya bisa ditentukan peluang atau kebolehjadiannya (probabilitas). Oleh karena itu, diperkenalkan orbital (kebolehjadian menemukan elektron) sebagai pengganti dari orbit atau kulit lintasan.
Sebelum kita menuju pada aturan penyusunannya, terlebih dahulu harus mengenal bilangan kuantum. Bilangan kuantum terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
1. Bilangan kuantum utama (n)
2. Bilangan kuantum azimuth (L)
3. Bilangan kuantum magnetik (m)
4. Bilangan kuantum spin (s)
Ke-empat
bilangan kuantum tersebut ibaratnya adalah sebuah alamat rumah
elektron. Jika menganut pada aturan
Pauli, maka “tidak akan ada elektron
yang memiliki ke-empat bilangan kuantum yang sama”.
Penjelasan dari masing-masing bilangan kuantum tersebut akan dibahas pada blog selanjutnya. Semoga sedikit penjelasan tentang konfigurasi elektron sedikit memberikan pecerahan.
Referensi :
Widiakongko, P. Dhemi dan Vani Sugiyono. 2010. Jurus Sakti Menaklukkan Kimia SMA 1, 2 dan 3. Yogyakarta : Linguakata

Komentar
Posting Komentar